Tampilkan postingan dengan label Kacang-kacangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kacang-kacangan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Oktober 2014

PEANUT BUTTER CAKE



Sudah lama bookmark resep ini dan baru sekarang kesampean buat peanut butter cake ini. Resepnya dari ibu Fatmah Bahalwan bisa dilihat  disini. Cake ini termasuk jenis butter cake, jadi sudah pasti teksturnya sedikit padat. Dalam resep memakai susu cair yang saya ganti dengan buttermilk, cara membuat buttermilk yaitu susu cair yang diberi air perasan jeruk nipis atau cuka kemudian diamkan 15 menit sampai muncul gumpalan halus dipermukaannya. Menurut saya cake ini rasanya terlalu manis, jadi bagi yang tidak suka cake yang manis-manis lebih baik kurangi penggunaan gula pasirnya. Dalam resep asli memakai 250 gram gula pasir yang saya kurangi menjadi 180 gram. Selai kacang nya pun saya tambahkan lebih banyak, agar rasa kacangnya lebih berasa. Tapi karena saya memakai selai kacang yang halus jadi cakenya menurut saya kurang betekstur. Jadi next time kalau buat lagi lebih mantap memakai selai kacang Skippy yang teksturnya kasar dan cruncy, atau tambahkan kacang tanah yang sudah dipanggang dan dicincang kasar untuk dicampur dalam adonan atau dijadikan topping diatas cake.



Bahan : 
75 gr  Selai kacang, saya pakai 150 gram
75 gr  Margarin
½ sdt  Vanili
250 gr  Gula pasir, saya pakai 180 gram
2 butir  Telur utuh
200 gr  Tepung terigu
1sdt  Baking Powder
150 ml  Susu cair, saya pakai buttermilk

Cara membuat : 
  1. Campur terigu dengan baking powder, sisihkan.
  2. Kocok selai kacang, margarin, gula, vanili hingga mengembang dan pucat, masukkan telur, kocok lagi hingga tercampur rata dan mengembang.
  3. Masukkan tepung dan susu secara bergantian, sambil diaduk hingga rata.
  4. Tuang dalam loyang 22 x 10 x 7 cm yang telah dipoles mentega dan dialasi kertas roti atau menggunakan loyang kecil seperti saya.
  5. Panggang dalam oven suhu 180° C selama 45 menit atau hingga matang.
  6. Angkat, dinginkan. Potong-potong.
Selamat mencoba....





Senin, 24 Maret 2014

BAKPIA PATHUK KACANG HIJAU & STEP BY STEP



Menurut Wikipedia, Bakpia adalah makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula, yang dibungkus dengan tepung, lalu dipanggang. Istilah bakpia sendiri adalah berasal dari dialek Hokkian, yaitu dari kata "bak" yang berarti daging dan "pia" yang berarti kue, yang secara harfiah berarti roti berisikan daging. Di beberapa daerah di Indonesia, makanan yang terasa legit ini dikenal dengan nama pia atau kue pia.
Bakpia termasuk salah satu masakan yang populer dari keluarga Cina atau Tionghoa. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok (Pathuk), Yogyakarta. Mengingat masyarakat Jogja cukup banyak yang beragama Islam, pada perkembangannya, isi bakpia yang semula daging babi pun diubah menjadi kacang hijau. Kemudian rasa-rasa dari bakpia dikembangkan menjadi cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam.


Bakpia merupakan jajanan khas dari Yogjakarta yang sering dijadikan oleh-oleh bila berkunjung ke sana. Bakpia yang saya tahu ada dua, yaitu bakpia basah seperti bakpia Pathuk ini dan bakpia kering yaitu bakpia yang renyak kulinya. Bahan-bahan yang digunakan kedua jenis bakpia ini hampir sama hanya beda di cara membuat kulitnya saja, untuk filling pun bisa diisi dengan berbagai macam rasa, seperti kacang-kacangan, keju coklat, selai bahkan ada juga yang diisi dengan ubi ungu.

Perbedaan bakpia basah dan bakpia yang kering yaitu dicara membuat kulitnya. Untuk bakpia basah, setelah kedua lapisan kulit dijadikan satu cukup sekali saja melipat adonan kulitnya kemudian dibulatkan dan rendam dalam minyak terlebih dahulu, baru diberi isian. Sedangkan untuk bakpia kering, kedua lapisan dijadikan satu kemudian dibentuk seperti amplop digilas lagi dan bentuk lagi seperti amplop lakukan sampai tiga kali, ini bertujuan agar kulit berlapis-lapis sehingga menghasilkan kulit yang renyah. Bakpia kering tidak perlu direndam dalam minyak sebelum diberi bahan isian, jadi setelah proses lipat gilas bisa langsung diberi filling.



Ini pertama kalinya saya buat bakpia ternyata setelah di praktekan proses membuatnya tidak sesulit kalau kita membaca resep yang kelihatannya ribet. Saya membuat bakpia basah isi kacang hijau, seperti bakpia pathuk yang otentik dengan isian kacang hijau. Resepnya saya liat dari mba Diah Didi, dan berikut saya membuat step by step nya semoga dapat mempermudah teman-teman yang mau mencoba membuat bakpia.

BAKPIA PATHUK KACANG HIJAU

Bahan isi/Kumbu kacang hijau 
250 gr kacang hijau (saya pakai kacang hijau kupas, rendam selama 1 jam) 
200 gr gula putih
1/8 garam 
50 ml santan kental (saya pakai 100ml )
2 lembar daun pandan 

Cara membuat :
kacang hijau yang sudah di rendam dibersihkan, kukus selama 30 menit sampai matang dan empuk, haluskan. Setelah dihaluskan campur dengan gula, santan, garam dan daun pandan. Aduk rata. Masak dengan api sedang biakan sampai adonan kering dan santan sudah terserap.  Angkat, biarkan dingin,

Untuk satu resep kumbu kacang hijau ini jadinya lumayan banyak, jadi kalau mau sekali pakai atau tidak mau nyetok lebih baik buat saja setengah resep.

Bahan Lapisan
Kulit I :
125 gr tepung protein sedang 
65 gr tepung terigu protein tinggi 
2 sdm gula pasir 
100 ml air 
1/2 sdt garam
200 ml minyak sayur (50 ml tuk campuran adonan, sisanya tuk merendam adonan) 

Kulit II :
65 gr tepung terigu protein sedang (all porpuse) 
25 ml minyak goreng 
1/2 sdm mentega
Cara membuat :
Kulit II : campur semua bahan, aduk rata dan sisihkan. 
Kulit I : Panaskan air, masukan gula, aduk sampai gula larut. Angkat. Campur kedua tepung dan garam, masukkan air gula aduk sampai kalis dan tercampur rata. Tuang minyak sayur sedikit demi sedikit sebanyak 50ml, uleni hingga adonan kalis. 
Adonan kulit I yang berwarna putih dan kulit II berwarna kuning


Timbang adonan kurang lebih 15-20 gram atau ukuran disesuaikan selera masing-masing. Kalau saya bagi kedua adonan kulit menjadi 20 bagian.


Tipiskan adonan kulit I


Ambil adonan kulit II lalu ratakan di atas permukaan kulit I secara merata.


Lipat seperti amplop.

Satukan ujung-ujungnya ditengah.


Bulatkan adonan kulit.


Rendam bulatan adonan dalam sisa minyak, diamkan selama 15 menit. Adonan jangan terlalu lama berendam, karena nanti hasil kulitnya menjadi terlalu renyah.


Pipihkan adonan.


Beri isian kacang hijau ditengahnya.


Bentuk menjadi bulat pipih.
Panggang sampai matang kurang lebih 15 menit, balik bakpia lalu panggang lagi sampai kedua sisinya matang dan berwarna kecoklatan. Bisa juga di panggang menggunakan wajan anti lengket atau teflon dengan api kecil.



Tidak sia-sia ngoprek di dapur... puas banget dengan hasil si bakpia pathuk ini, isian kacang hijaunya lembut dan tekstur kulitnya lembab tapi tidak kering, hampir-hampir miriplah sama bakpia yang di Yogja itu hehee. Komentar si ayah sih kalau disuruh icip-icip selalu bilang enak, dan belum aja bakpia yang ini habis udah request minta dibikinin bakpia yang renyah. Oke deh yah..... insya allah ntar di buatin yang versi bakpia kering, penasaran juga nih hehee...



Selamat mencoba yaaa.... Happy baking ^^.



Jumat, 28 Februari 2014

MOCHI PANDAN ISI KACANG TANAH





Pertama kalinya ikutan meramaikan even Pawon Ibu, tema untuk bulan ini adalah mochi. Kebetulan sekali sudah lama ingin membuat mochi sendiri tapi belum kesampean, nah mumpung waktunya tepat akhirnya bisa juga praktek membuat mochi.

Mochi adalah kue Jepang yang terbuat dari beras ketan, ditumbuk sehingga lembut dan lengket, kemudian dibentuk menjadi bulat. Di Jepang, kue ini sering dibuat dan dimakan pada saat perayaan tradisional mochitsuki atau perayaan tahun baru Jepang. Namun demikian, jenis kue ini dijual dan dapat diperoleh di toko-toko kue di sepanjang tahun. mochi memiliki rasa yang khas yaitu lembut di saat pertama kali dimakan, dan lama kelamaan menjadi lengket. Sedangkan di Indonesia, kue mochi asal Sukabumi biasa dijajakan persimpangan jalan besar di Bogor. Kue mochi nya berisi adonan kacang dan dikemas dalam keranjang bambu yang diberi merek dalam tulisan kuo-i yang dibaca swang sie yang artinya banyak kebahagiaan Sumber: Wikipedia.





Cara membuat mochi ada dua cara yaitu mencampur semua bahan, membentuknya lalu dikukus seperti membuat klepon. Sedangkan cara yang kedua yaitu mencampur semua bahan lalu dikukus sampai adonan tidak lengket baru dibentuk. Mochi yang saya buat ini menggunakan metode yang kedua, resep nya saya liat di Hesti Kitchen resep aslinya dari Christines Recipes. Mochi yang saya buat ini sudah saya modifikasi menggunakan pasta pandan dan untuk fillingnya saya menggunakan kacang tanah.

MOCHI PANDAN

Bahan :
220 gram tepung ketan putih
110 gram gula pasir
200 ml santan atau bisa di ganti dengan susu
1/2 cup tepung ketan sangrai, untuk taburan
Pasta pandan/pewarna

Filling :
100 gram kacang tanah sangrai
2 sdm gula kastrol
2 sdm air panas

Cara membuat :

Filling :  campur kacang tanah dan gula kastrol, blender kasar. Tambahkan air dan aduk sampai tercampur rata dan dapat dipulung/dibulatkan.



Campur tepung ketan dan gula, aduk rata. Masukan santan/susu sambil diaduk rata. Beri pewarna atau pasta, tuang dalam pinggan tahan panas yang berukuran lebar yang telah diolesi minyak agar matangnya cepat. Kukus selama 30 menit atau sampai ditusuk adonan tidak lengket,


Angkat adonan ketan dan tuang diatas work mat yang sebelumnya di beri tepung ketan sangrai


Pipihkan dengan rolling pin lalu potong-potong kotak


Beri isian di tengah lalu tutup dan rapatkan.


Bulatkan adonan, bisa dengan cara di putar-putar/glindingkan.
Sajikan.



Karena terbuat dari tepung ketan sudah pasti rasanya kenyal dan lembut dimulut, rasa manis mochi dan fillingnya buat saya sudah pas. Walaupun sudah dingin dan disimpan di wadah yang kedap udara semalaman tekstur mochinya tetap chewy, kenyal dan lembut. Saya tidak dapat membedakan dengan tekstur mochi yang memakai cara dibentuk dulu baru dikukus karena saya belum pernah mencobanya. Tapi aslinya cara membuat mochi yaitu mengukus semua bahan dulu dari dibentuk seperti yang saya lakukan. Mau menggunakan cara yang mana terserah pada teman teman saja yaaa....Selamat mencoba ^^.





Selasa, 15 Oktober 2013

LBT#26 KUE SATU







Alhamdulillah LBT#26 ini saya masih bisa ikut berpartisipasi, tema bulan ini adalah Kue Satu. Maaf yaa teman-teman dan ibu-ibu admin saya gak bisa ikut parade kue satu tanggal 11 Oktober kemaren, padahal kue satu ini saya buat jauh-jauh hari agar bisa disetor tepat waktu dan bisa meramaikan wall di facebook hehee.... Rencana tinggal rencana pas waktunya di setor nih foto-foto kue satu masih tersimpan rapih di memori kamera dan saya juga belum bisa duduk manis buat edit foto dan entry di blog dikarenakan masih ada kesibukan di rumah huaaa..... sedihnyaa. Sudah ahh curhatnya, mari kita kembali ke kue satu aja yuk.

Kue satu adalah kue kering tradisional yang terbuat dari tepung kacang hijau, gula dan sedikit air. Kue satu ini mempunyai banyak nama dan setiap daerah mempunyai sebutan yang beda-beda. ada yang menyebut dengan kue satu, kue satru atau putu kacang. Untuk tepung kacang hijaunya bisa dibuat dari kacang hijau yang utuh/masih ada kulitnya atau kacang hijau kupas tanpa kulit, caranya yaitu kacang hijau disangrai, dihaluskan lalu diayak. Setelah dicampur dengan bahan lainnya dan dicetak, kue satu ini bisa dipanggang atau kalau orang jaman dahulu membuat kue satu ini dengan cara dijemur. Dan untuk LBT tetep harus menggunakan teknik yang dipanggang dong, namanya juga Lets Baking Together.



Melihat bahan-bahan yang digunakan sangat simple dan sepertinya sangat mudah membuatnya, tapi pada prakteknya menurut saya kue satu ini benar-benar melatih kesabaran. Sabar yang pertama adalah dalam membuat tepung kacang hijaunya yaitu menghaluskan kacang hijau dan mengayaknya terus-menerus sampai semua kacang hijau habis menjadi tepung yang halus. Sabar yang kedua yaitu mengayak campuran tepung, gula dan air sampai menghasilkan adonan kue satu yang halus dan tidak bergerindil. Nah untuk sabar yang ketiga ini benar-benar membuat saya tidak sabaran yaitu menyetak kue satu, kue satu yang sudah di tekan-tekan dan dipadatkan di cetakan sewaktu dibalik selalu hancur huaaaa.....bener-bener putus asa deh, sampai saya tinggal tiduran dulu, siapa tau setelah hati dan pikiran tenang tuh tepung bisa dicetak hahaa. Akhirnya dapat info dari Teh Rosdaniar untuk menambahkan dua sendok makan air lagi ke dalam adonan, dan jangan lupa diayak lagi sampai semua tepung jadi halus. Alhamdulillah langsung bisa dicetak walaupun setelah dipanggang tetep saja teksturnya enggak mulus dan mudah rapuh. Oh yaa dalam adonannya saya tambahkan cinamon/kayu manis bubuk, jadi perpaduan wangi kacang hijau ditambah cinamon sewaktu dipanggang enak banget bikin enggak sabaran pengen icip.



Berikut resep dan cara membuat tepung kacang hijau dari kacang hijau kupas dan kue satu :

TEPUNG KACANG HIJAU

Bahan-bahan :
250 gram kacang hijau kupas, jadinya 200 gram tepung kacang hijau.

Cara membuat :
     Kacang  hijau disangrai               Aduk sampai kecoklatan dan wangi         Haluskan dengan blender.
           
 
     Yang sudah dihaluskan                 Ayak, sisanya dihaluskan dan            Tepung kacang hijau siap
                                                             diayak lagi sampai habis                             digunakan

KUE SATU

Bahan-bahan :
200 gram tepung kacang hijau
80 gram gula halus/sesuai selera
4 sdm air (karen susah dicetak saya tambahkan 2sdm air lagi)
1/2 sdt cinamon bubuk

Cara Membuat:
  1. Campur tepung kacang hijau dan gula halus, tambahkan air aduk rata jangan sampai ada adonan tepung yang  ngegumpal lalu ayak sampai adonan halus dan tidak bergerindil.
  2. Siapkan cetakan kue satu (saya pakai cetakan coklat). Masukkan adonan kue kedalam cetakan sambil ditekan-tekan sampai padat.
  3. Balik cetakan sampai kue nya terlepas, susun dalam loyang.
  4. Panggang dalam oven sampai kecoklatan kira-kira 20 menit.
  5. Angkat. Dinginkan siap disimpan di toples.




Setelah melalui proses yang panjang dan super sabar, akhirnya jadi juga kue satu ala kadarnya ini. Buat saya ini memakan waktu yang lama sampai berhari-hari, saya buat tepungnya 3 hari sebelum saya membuat kue satunya, setelah kue satunya matang saya simpan dalam toples dan baru keesokan harinya saya foto karena setelah kue satunya matang saya udah enggak ada selera buat foto-foto keburu bete karena tepungnya ga bisa dicetak (ngambek ceritanya nih....).  Sampai terharu bisa membuat kue satu ini, yang tadinya saya kurang begitu suka kue satu kok yaaa jadi doyan banget enak apalagi ada aroma cinamonnya. Alhamdulillah kue satunya tidak keras sewaktu digigit karena saya tambahkan 2 sendok makan air dari resep yang seharusnya, cuma penampakan kue satu saya kurang mulus dan bagian bawahnya beremah dan gampang sekali rapuh sewaktu dipegang. Benar-benar nih kue satu melatih kesabaran saya, simple bahannya ternyata tak sesimple membuatnya hehee......thanks LBT for the challenge.



Selasa, 25 Juni 2013

BRONGKOS KACANG TOLO


Masak Bareng Challenge : Makanan berbahan kacang-kacangan.



Sebenarnya saya buat Brongkos ini seminggu yang lalu dan baru saya posting sekarang, ini pun saya edit dan uploud fotonya sambil mondar-mandir paking baju dan segala macemnya karena conecting internetnya lemot banget jadi bisa disambi.  Insya Allah malam ini saya dan keluarga mau liburan ke lombok sekitar 5 hari, karena saya buat brongkos kacang tolo ini khusus untuk ikutan challenge Masak Bareng sayang dong kalau ampe gak sempet saya setor. Semoga berkenan yaa host....maap yaaga pake panjang lebar ceritanya mau lanjut paking dulu. Alhamdulillah kata suami brongkosnya enak banget..... sering makan brongkos apalagi kalau makan nasi gudeg, tapi baru kali ini buat sendiri dan langsung dipuji pula jadi geer deh hehee...





BRONGKOS KACANG TOLO

Bahan  :
200 gram kacang tolo, direbus hingga matang
250 gram daging sapi, dipotong dadu, direbus hingga empuk
5 buah tahu, dipotong kotak, digoreng
750 ml santan dari ½ butir kelapa
4 sdm minyak, untuk menumis
1½ sdt garam
1 sdt gula merah/gula pasir

Bumbu yang Dihaluskan :
7 siung bawang merah
5 siung bawang putih
8 buah cabai merah keriting
2 buah kluwek, diambil isinya seduh air panas
3 buah kemiri
½ sdt ketumbar
1 cm kencur
1 cm jahe

Bumbu Pelengkap :
10 buah cabai rawit merah
3 lembar daun salam
3 lembar daun jeruk purut
2 batang serai, dimemarkan
3 cm lengkuas, dimemarkan

Cara Membuat :
  1. Panaskan minyak tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum, tambahkan daun salam, serai, daun jeruk dan lengkuas. Masukan daging, aduk sampai berubah warna
  2. Masukkan kacang tolo aduk rata, Tambahkan garam dan gula merah, aduk. 
  3. Tuangkan santan sedikit demi sedikit, masak sampai mendidih. Masukan tahu dan cabai rawit merah, aduk rata.
  4. Aduk-aduk sampai bumbu meresap dan kuah tinggal sedikit, angkat sajikan.