Minggu, 02 November 2014

COTO MAKASAR





Coto makasar merupakan kuliner khas Makasar, coto artinya adalah soto. Coto Makassar berbahan dasar daging sapi, ditambah dengan jeroan sapi, berupa paru, hati, usus, jantung, dan babat. Sementara bumbu kuahnya merupakan perpaduan rempah-rempah dan gilingan kacang tanah yang sudah digoreng. Ciri khas coto makasar sangat bergantung pada bumbu kuahnya, penambahan kacang tanah yang dihaluskan inilah yang membuat rasa coto ini gurih dan beraroma khas.
Coto makasar yang saya buat hanya menggunakan daging saja tanpa jeroan, karena memang dirumah tidak ada yang suka jeroan. Saya menggunakan resep coto makasar dari blognya mba Hesti, katanya resep ini adalah resep dari penjual coto makasar langganan mba Hesti. Menikmati coto makasar paling cocok dengan ketupat atau buras dan sambel tauco yang menjadi ciri khasnya, sayangnya saya tidak membuat sambal tauco karena tidak punya persediaan tauco dirumah. Dan menurut saya untuk orang yang baru pertama kalinya membuat coto makasar, hasil coto yang saya buat ini lumayan loh (muji diri sendiri hehee...). Nah buktinya anak-anak dan suami suka, cotonya pun laris manis. Alhamdulillah.



COTO MAKASAR
Bahan :
- 1 kg daging sengkel
- 300 gr kacang tanah kulit, goreng lalu blender bersama bumbu halus
- 1 sdm air asam
- 1 sdt gula merah
- 2 liter air tajin (cucian kedua/ketiga)
- minyak untuk menumis bumbu

Bumbu halus :

- 10 butir bawang merah

- 6 siung bawang putih
- 1 cm jahe
- 5 batang sereh, iris tipis
- 1 bonggol lengkuas muda, iris tipis
- 1/2 butir pala
- 1 sdm ketumbar bubuk sangrai
- 1/4 sdt jintan bubuk sangrai
- 1/2 sdt merica bubuk
- garam secukupnya



Sambal tauco, haluskan lalu tumis :
- cabai rawit dan cabai merah besar
- tauco
- garam 
- gula pasir  

Pelengkap :
- jeruk nipis
- bawang goreng
- daun bawang
- daun seledri
- kecap manis

- sambal cabe rawit rebus

Cara membuat :

  1. Masak daging bersama 2 liter air tajin. Masak sampai daging sudah tidak berdarah lagi. Buang kotoran yang mengapung di permukaan.
  2. Angkat daging dan potong-potong dadu kecil. Sisihkan.
  3. Tumis bumbu halus sambil diaduk terus agar dasarnya tidak gosong. Tumis sampai warnanya berubah menjadi lebih gelap dan baunya wangi.
  4. Tuang bumbu ke dalam kuah daging. Masukkan daging yang sudah dipotong potong. Tambahkan air asam dan gula merah. Masak dengan api kecil sampai daging menjadi empuk. Kalau airnya menyusut tambahkan lagi sampai daging benar benar empuk. Agar daging tidak hancur, setelah matang dan empuk angkat daging lalu pisahkan dari kuahnya. Bisa di simpan di dalam kulkas. Pada saat akan disajikan, panaskan kuah lalu tambahkan daging secukupnya.
  5. Penyajian : tuang coto ke dalam mangkok. Tambahkan daun bawang, seledri, dan bawang goreng. Beri perasan jeruk nipis dan kecap secukupnya. Lengkapi dengan sambal.






1 komentar:

andriany firdaus mengatakan...

Sy sdh coba resepnya mba.. wih enaaak.. walaupun hanya pake tulang2 Ayam kampung hehe.. rasanya maknyuus..