Rabu, 26 November 2014

LBT#35. BIKA AMBON



Tantangan LBT#35 untuk bulan Nopember ini adalah bika ambon. Lagi-lagi saya telat untuk setor foto dan resepnya di group. Entry resepnya di blog pun baru saya kerjakan sekarang. Akhir-akhir ini untuk duduk berlama-lama didepan laptop kok berasa malas yaa, padahal sudah banyak resep yang saya coba dan saya foto tapi belum sempat saya share di blog. Semoga secepatnya semangat itu datang.... Semangat!!!



Bika ambon adalah salah satu kue tradisional Indonesia yang konon dipengaruhi oleh budaya Melayu. Dikenal sebagai oleh-oleh dari kota Medan, bika ambon ini konon awalnya dijual di Jalan Ambon - Sei Kera Medan. Sekarang ini di Jalan Mojopahit Medan, kita bisa menjumpai kurang lebih 30 toko yang menjual bika ambon.Bika ambon dikenal dengan kue yang mempunyai serat-serat cantik dengan rasa manis nan legit.  Bisa divariasikan dengan berbagai rasa, misalnya pandan, durian, keju, coklat dan lain sebagainya. Bentuknya juga beragam, tidak hanya kotak tetapi ada juga yang berukuran kecil. (Sumber: Deskripsi LBT)

Ini pertama kalinya membuat kue bika, sebelum buat bika ambon ini saya sempat membaca beberapa resep bika ambon. Bahan yang digunakan cukup simple dan mudah didapat, tapi begitu membaca cara membuatnya kok ribet banget yaa, sampai-sampai saya jadi maju mundur untuk langsung mencoba membuatnya. Saya memilih resepnya Mba Rachma Setyawati ownernya Kedai Rahma, dan saya hanya membuat setengah resep saja dari satu resep yang saya share dibawah ini.



BIKA AMBON
(Resep: Rachma Setyawati)

Bahan Biang :
50 gr Tepung Terigu
20 gr Ragi
25 gr Gula Pasir
3 gr Garam Halus
100 ml Air Kelapa 

Bahan lainnya : 
250 gr Tepung Tapioka/Kanji
12 butir kuning telur
4 butir putih telur
275 gr Gula Pasir

Bahan Cair :
500 ml Santan mentah kental (dari 2 butir kelapa utuh)
2 gr Garam halus 
3 batang serai
8 lbr daun jeruk, buang tulang daunnya
2 lbr daun pandan 

Cara membuat :
  1. Aduk bahan biang. Taruh dlm baskom ragi instant, tepung terigu, lalu gula pasir dan garam. Tuangi air kelapa, uleni/aduk dengan tangan hingga merata, lalu tutup baskom dengan lap/plastik wrap, diamkan hingga 30-45 menit. Biarkan hingga adonan biang mengembang.
  2. Sambil menunggu adonan biang mengembang, masak santan kental beserta garam halus, serai, daun jeruk dan daun pandan hingga panas saja (tidak sampai mendidih). Sisihkan, biarkan dingin suhu ruang.
  3. Kocok semua telur dan gula pasir hingga mengental. Kemudian ambil adonan biang, campurkan dengan tepung tapioka/kanji, aduk menggunakan tangan merata. Lalu tambahkan adonan telur kental tadi ke dalamnya sedikit demi sedikit sambil terus diaduk tangan. Gerakkan telapak tangan naik turun saat mengaduknya (dikeplok-keplok), hingga tercampur merata semua adonan. Kemudian masukkan santan kental yang sudah disaring terlebih dahulu. Aduk rata kembali menggunakan tangan, dengan cara yang sama dikeplok-keplok hingga adonan tercampur rata sampai tekstur halus (sekitar hampir 20menit), kemudian diamkan adonan ini hingga 3 jam (tutup atas dengan lap/plastic wrap).
  4. Oles tipis seluruh permukaan loyang 20x20x7 dengan minyak goreng. Alasi permukaan dasar loyang dengan kertas roti dan poles lagi minyak goreng. 
  5. Panaskan oven dengan panas sedang (sekitar 160 derajat celcius) api bawah saja. Letakkan sejenak loyang tadi sekitar 15 menit di dalam oven, kemudian keluarkan dan tuang adonan ke dalam loyang.
  6. Masukkan loyang berisi adonan ke dalam oven, panggang di rak paling bawah, buka sedikit pintu oven, hanya sampai adonan bika ambon dalam sudah terlihat berlubang permukaan atasnya (pertanda sudah mulai terbentuk serat pada adonan bika ambon), baru kemudian tutup pintu oven. Lanjutkan pemanggangan hingga matang sempurna, sekitar 40-50 menit. 
  7. Lakukan tes tusuk untuk lebih menyakinkan apakah kue sdh matang sempurna. Setelah matang, matikan api bawah oven, lalu nyalakan api atas, panggang sejenak/hingga permukaan bika ambon terlihat lebih kecoklatan 
  8. Angkat, dinginkan. Keluarkan bika dari loyang, potong dan sajikan.


Pintu oven diganjal menggunakan serbet/lap agar pintu oven tidak tertutup rapat dan ada udara dari luar yang masuk ke dalam oven. Setelah permukaan bika timbul lubang-lubang keci, baru pintu oven ditutup rapat sampai bika matang sempurna.





Setelah menunggu lama akhirnya kue bika ambonnya mateng juga, penasaran pengen cepet-cepet tahu seratnya muncul apa tidak. Tapi harus bener-bener tunggu dingin yaa, agar ketika dipotong tidak lengket dan potongannya rapih jadi seratnya kelihatan cantik. Sedangkan bika yang saya buat seratnya kelihatan tapi masih kurang banyak dan kurang rapat. Kalau untuk rasa alhamdulillah bikanya lumayan enak, memuji buatan sendiri gak apa-apa kan yaaa..... ^^



1 komentar:

Bunda Owec mengatakan...

Semangat mbak... kue bikanya kelihatan lezat sekali. Hemm...